Sahabat Abadi - TERAS LITERASI AKTIVIS

Breaking

Rabu, 24 Februari 2016

Sahabat Abadi

Pemirsa, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang persahabat. Kisah ini tumbuh dari sebuah organisasi (ikatan) yang akhirnya membuat ikatan persahabatan. Pada kenyataannya kisah ini adalah kisah dari organisasi, yang pertama kali 10orang. Namun karena tuntutan hidup, maka tinggallah mereka bertiga (Three Muskettir) yang bertahan dikota tercinta Sukoharjo dan masih sering bermain bersama.
Kalau dihitung, pasti setiap seminggu sekali, setiap akhir pekan. Tidak ada hari tanpa Three Muskettir, saat makan, minum, bermain, hangout, nonton film di bioskop, holiday. Intinya tidak ada hari tanpa mereka bertiga. Selalu bersama, senang untuk bersama susah untuk bersama.
Kaget kan pasti pemirsa padahal dunia mereka bertiga sangat berbeda.
Kita mulai dari awal mula munculnya persahabatan ini. Awal mulanya, tumbuh disebuah sekolah persyarikatan yang paling megah di Sukoharjo. Awal akrabnya saat kelas 11, dengan jurusan berbeda-beda karena di sekolah kejuruan alias SMK.
Karena saya tahu siapa saja sosok orang itu, maka kali ini saya akan menceritakan dengan inisial nama, namun dengan nama aslinya saja. Beberapa orang menjalin persahabatan : Surya, Sandi, Yopi, Didik, Wisnu, Alfisina, Tegas, Aufal, Abdul, Aji, Siti (Imah), Novi, Retno, Niklah, Ghisca, Mutia, dll. Maaf yang belum kesebut namanya,

Diantara semua itu yang masih paling aktif hangout setelah kelas 12 adalah Surya, Sandi, Yopi, Didik, Abdul, Imah, Novi, Retno, Niklah. Selain itu udah jarang sekali untuk hangout bareng, sudah fokus pada sekolah masing-masing. Tidak lama kemudian, setelah lulus sekolah berkurang lagi karena terpisah jarak, pekerjaan dan sekolah. Yopi bekerja di cikarang, Abdul juga di cikarang, Wisnu di Semarang, Alfisina, Aufal, Ghisca dan Mutia kuliah di UMS, Novi bekerja di Sukoharjo, Retno dan Niklah Kuliah keperawatan, selain itu saya kurang tau.

Namun disisi itu, ada 3orang laki-laki dan 1 perempuan yang sering hangout bareng. Diantaraya Surya (kerja di IRMAS Sukoharjo), Sandi (Kerja di Mbah ASMO), Didik (Kuliah dan Kerja di UMS) dan Imah (kerja di Selogiri dan Prudental). Maaf saya sebutkan langsung karena tidak ada ungsur menjelekkan nama instansi terkait.

Kenapa masih sering hangout bareng walau beda dunia, hal itu juga masih mereka pertanyakan. Mereka masih merasa saling membutuhkan, dan merasa kemana-mana ingin bersama. Lihat Surya kerja dari jam 08.00 - 17.00, Sandi dari jam 15.00 - 24.00, Didik sesuai jam kuliah dan kerja 09.00 - 13.00, dan Imah kerja dari jam 08.00 - 16.00. Lokasinyapun berbeda, Surya dan Sandi di Sukoharjo, Didik di Kartasura tinggal di colomadu, sedangkan Imah kerja di Wonogiri kadang di Sukoharjo. 

Tapi itu bukanlah hambatan, setiap weekend mereka selalu hangout bareng. Terutama Three Muskettir, siapa itu (Didik, Surya dan Sandi). Kalau boleh saya singkat D2S, bisa disebut juga Three Muskettir. Mereka pasti setiap akhir pekan antara hari Jum'at, Sabtu atau Minggu pasti hangout bareng. 

Keuntungan bagi Didik walau tinggal di Colomadu adalah setiap hari Jum'at sampai Minggu selalu punya kesibukan di Sukoharjo karena baru mengemban amanah. Jadi tidak dipungkiri mereka bertiga bisa bersama selalu diantara hari-hari itu.

Sampai akhirnya setiap ada kesusahan diantara kita, pasti saling membantu. Jika membutuhkan bantuan saling membantu. saling mencukupi seperti kakak beradik. Hal yang paling mengejutkan, jika hangout bertiga sampai lupa waktu.  Masalah dari salah satu mereka adalah masalah mereka bertiga. Ketiganya merupakan sahabat yang selalu menjadi satu disaat ada apapun. Walaupun begitu mereka bertiga tidak melupakan sahabat-sahabat yang lain yang sedang meniti kehidupan diluar sana. Mereka selalu menjalin komunikasi lewat media sosial, dan selalu update kabar.

Kira-kira dari cerita tersebut hikmah dan kesimpulan apa yang pemirsa dapatkan.
(Red : Didik Maryono)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar