E-Learning Menarik Perhatian Dunia Pendidikan di Indonesia - TERAS LITERASI AKTIVIS

Breaking

Kamis, 26 Juli 2018

E-Learning Menarik Perhatian Dunia Pendidikan di Indonesia

Dunia Pendidikan di Indonesia kini disejukkan dengan teknologi terbaru dalam proses belajar di bangku sekolah masing-masing. Namun tidak semua pelajar ataupun mahasiswa di Indonesia dapat menggunakan dengan baik fasilitas tersebut. Website Go_Blog Adventure (n.d.), menjelaskan bahwa tujuan E-Learning untuk meningkatkan daya serap para pelajar atas materi yang diajarkan. Pada realitanya pembelajaran e-leaning di Indonesia belum bisa terlaksana secara maksimal. Hal tersebut disebabkan karena pemahaman terhadap fungsi utama E-Learning belum dipahami oleh pelajar maupun pengajar di Indonesia. Seperti yang dikemukakan oleh Kompasiana (2015), bahwa mungkin banyak diantara kita masih belum mengerti apa itu sih E-Learning, bahkan masyarakat luas disana.
Perkembangan teknologi yang semakin cepat bertolak belakang dengan pengetahuan masyarakat Indonesia, khususnya dalam dunia pendidikan. Pada generasi millennial ini yang harusnya para pelajar bukan lagi jamannya mempelajari dan kepo terhadap teknologi. Namun lebih mengarah kedalam pemberdayaan dan pemanfaatan teknologi agar menjadi lebih berguna. Pendidikan Indonesia yang ada sekarang baru pada titik percobaan pembelajaran berbasis teknologi, terutama dalam tingkat sekolah. Pembelajaran E-Learning masih belum bisa maksimal karena jaringan diindonesia masih belum stabil. Hal itu terbukti dalam survey Dictio (2012), menyatakan bahwa ada lima penyebab koneksi internet di Indonesia lambat diantaranya : kondisi geografis, tingginya angka pengguna, perang promosi operator, harga hosting mahal, dan regulasi pemerintah yang kurang efisien.
Hal tersebut menjadi salah satu kendala pengembangan E-Learning di Indonesia, khususnya di bangku sekolah dan beberapa tempat les ternama di Indonesia. Berbeda dengan dunia kampus atau perkuliahan, beberapa dunia kampus sudah menggunakan system E-Learning untuk proses perkuliahan. Walaupun belum maksimal, namun sudah menggunakan system tersebut dalam mengumpulkan tugas, tanya jawab, dan lainnya. Hal tersebut sesuai survey dai Parvian’s Weblog (2008), bahwa lima fakultas yang menggunakan e-learning diantaranya UI, ITB, ITS, UGM dan UB. Universitas Indonesia menggunakan E-Learning dengan alamat scele.ui.edu dengan beberapa fasilitas unggulan seperti, site news, calendar, online users, link universitas, course categories. Sedangkan untuk ITB dengan alamat kuliah.itb.ac.id dengan menu utama webmail, library, dan upcoming event. Dari dua universitas tersebut menggambarkan bahwa dalam dunia kampus perkembangan E-Learning begitu pesat, berbeda dengan ketika di bangku sekolah.
Perlu diketahui bersama bahwa pada kids jaman now, memang teknologi jadi hal yang utama dalam segala aktivitas. Penggunaan teknologi dalam dunia pembelajaran memang perlu dikembangkan, untuk menyeimbangkan antara kemajuan jaman dan kemajuan dunia pendidikan. Ketika jaman juga berubah dengan dilengahkan pada sebuah teknologi yang serba instan, tentu pendidikan juga harus dikembangkan dengan hal tersebut.Hal tersebut untuk meningkatkan minat belajar pada masyarakat. Awamnya masyarakat sebenarnya menjadi permasalahan utama dalam kesiapan Indonesia menerima teknologi terbaru, terutama E-Learning ini. Melihat Sumber Daya Manusia di Indonesia pada generasi old yang tidak begitu mengenal akan teknologi, justru menghambat kemajuan dan perkemangan teknologi. Karena antara jaman, murid dan pengajar belum bisa dipadukan dalam hal pemahaman terhadap teknologi masa kini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar